Masbro…sejak jaman motor ortu sampai punya motor sendiri saya memang gak pernah membeli bahkan memodifikasi ban standart motor menjadi lebih kecil dari ukurannya, bahkan seringnya memodifikasi ban yang lebih besar 1-2 step lebih besar, namun bukan berarti saya gak pernah naik motor yang bannya lebih kecil bahkan terkesan seperti ban sepeda ontel. Jadi disini kita gak membenarkan atau menyalahkan tentang dua aliran modifikasi ini, namun saya akan mencoba membedah kekurangan dan kelebihan memodifikasi ban yang lebih kecil dari standart pabrikan dan lebih besar dari standart pabrikan jadi biar adil dan sampeyan bisa menilai sendiri.

Disaat pabrikan berlomba2 untuk menciptakan motor dengan handling dan traksi sehingga nyaman dalam penggunaan namun memodifikasi dengan ban kecil dari standart ini masih juga diterapkan meski menabrak rambu2 lalu lintas, masalah penampilan memang selera tapi kalo motor bisa punya perasaan ya mungkin bakalan nelongso…tampang gahar dikebiri dan dicingkrangkan, bahkan seperti kayak kurang gizi, lantas belum korelasi itungan mekanik dan engginer pabrikan motor bakalan buyar masbro.

Memang modif adalah soal selera, soal hati namun jika modif tersebut berpotensi mengurangkan segala hal yang menjadi standart yang direkomendasikan hingga menjadi bencana bagi diri sang pemodif mungkin tidak terlalu menjadi masalah, karena yang masalah adalah jika saat musibah juga melibatkan orang lain…baru itu yang menjadi masalah.

Disebutkan di atas jika pemilik motor yang dimodifikasi ini kebanyakan hanya menggunakan untuk berjalan santai itu masih gak jelas masbro…santainya itu berapa kecepatannya…bayangkan jika rider diatas harus melakukan hard braking dengan diameter tapak kurang lebar maka ban gagal menjalankan tugasnya, potensi kerugian nyawa dan harta menjadi imbalan yang gak pantas atas kata2 modifikasi, karena dari segi apapun dan teori manapun gak akan nyambung dengan kata aman.

Otobalancing pernah mempunyai rider yang sebelumnya memodifikasi ban cacing ini dan saat ini sudah bertobat dan kembali kejalan yang benar, hasrat modifnya disalurkan dengan cara yang lain namun masih berhubungan dengan motor, dan alasan pertobatannya adalah saat dia crash karena ban tidak bisa mencekengram aspal dengan baik, padahal saat itu dia gak ngebut, dia sendiri mengaku berjalan di kecepatan biasa 60-70 kpj…namun naasnya saat itu memang jalan agak bergelombang ditambah ada lampu lalu lintas sudah berwarna kuning dan pasti berlanjut merah…karena terkena gelombang yang sebenarnya gak seberapa menurutnya akhirnya motor menjadi oleng dan terjadi kecelakaan tunggal.

Modifikasi akan dipandang sukses jika secara konsep tetap memperhatikan urusan safety. Sedang ban cacing tentu jauh dari sana. Lawong traksi ban juga bakal berkurang drastis. Namun bagi sebagian biker ABG….ban cacing bisa dianggap keren.

Artikel Terkait :

Silahkan dibaca artikel terbaru lainnya :

Bagaimana Tanggapan Anda :